Halaman

Halaman

Wednesday, 15 May 2019

PENGGUNAAN WARNA PADA SEBUAH DINDING MAMPU MEMPENGARUHI PSIKOLOG BAGI PENGLIHATNYA

Satu titik warna mempunyai makna yang berbeda. Bahkan mampu menerka isi hati seseorang.




Sumber gambar dari sini.

Penggunaan warna pada dinding menjadi salah satu faktor penting untuk keindahan bangunan. Pasalnya, hal yang paling menarik dari suatu bangunan adalah warna. Bahkan menjadi hal yang sangat penting agar dilirik oleh banyak orang.

Meskipun demikian, ternyata dalam penggunaan warna untuk dinding dapat mempengaruhi psikolog penglihatnya. Sehingga menimbulkan sebuah gejolak terhadap respon dari warna tersebut. Berikut warna-warna yang sering digunakan untuk bangunan namun berpengaruh besar dalam jiwa seseorang.

1. Merah

Telah diketahui bersama jika warna merah termasuk salah satu warna dasar untuk lainnya. Penggunaan warna merah menunjukkan kesan berani entah itu bagi si pemilik ataupun yang melihat bangunan. Meskipun memiliki nilai positif yang tinggi, warna ini merah ini memberikan efek panas walaupun di luar cuacanya dingin. Sehingga sangat tidak disarankan untuk penggunaan warna merah pada ruang-ruang yang biasa tempat berkumpul. Misalnya, ruang tamu, ruang keluarga, ruang rapat, dan sebagainya.

Dalam penggunaan warna merah ini, meskipun hanya satu garis saja pada suatu ruang, kesan yang ditimbulkannya sangatlah besar. Warna merah ini sangat mencolok meskipun terdapat warna cerah lainnya. Hal ini sangatlah bagus sehingga memberikan kesan positif yang besar ketimbang memberikan warna merah pada keseluruhan ruangan.

2. Kuning

Warna yang memberikan kesan hangat ini kerap kali menjadi salah satu warna yang mencolok (tidak semencolok merah) dan juga warna pokok. Termasuk untuk kerabat dekatnya, orange, warna ini memberikan kesan yang hangat serta ceria layaknya matahari pagi dan senja.

Penggunaan warna kuning yang terlalu terang memberikan kesan yang berbeda pula. Bahkan mampu membuat silau meskipun berada di dalam ruangan. Sama halnya dengan warna merah tadi, warna kuning jika diletakkan segaris memberikan kesan tersendiri serta unik bagi yang melihatnya. Sangat cocok digunakan untuk ruang-ruang yang digunakan pertemuan, seperti ruang rapat, ruang keluarga, ruang tamu, dan sebagainya.

3. Biru

Warna ini menjadikan salah satu warna yang banyak digemari banyak orang. Pasalnya warna ini memberikan kesan tersendiri bagi yang pemilik serta yang melihat bangunan itu sendiri. Warna biru sering terlihat ketika langit bersih tanpa awan atau laut.

Kesan dingin yang ditimbulkannya membuat jiwa terasa nyaman. Selain itu bisa menyugesti pikiran untuk tetap tenang. Hal ini sangat cocok digunakan untuk bangsal-bangsal rumah sakit, sehingga pasien merasa nyama dan tidak tertekan saat bersama dokter di sampingnya. Selain itu penggunaan warna biru ini bagus untu kamar tidur. Meskipun di luar sedang terik, dengan warna biru bisa memberikan kesan dingin. Semakin gelap penggunaan warna biru, semakin dingin pula kesan yang ditimbulkan.

4. Hijau

Kenapa warna hijau di nomor empatkan? Di letakkan di bawah warna biru? Karena ini berdasarkan warna dasar dahulu bukan dari urutan warna pelangi.

Meskipun dalam spektrum warna, hijau dengan biru berdekatan, efek yang ditimbulkan saat melihat warna ini berbeda. Tidak sama dengan warna orange dan kuning yang secara memiliki sifat yang sama meskipun jenisnya berbeda.

Warna hijau memberikan kesan sejuk seperti saat melihat dedaunan. Bahkan warna hijau ini sangat mudah dijumpai entah itu dari tumbuhan atau benda-benda berwarna hijau. Penggunaan warna hijau sendiri sangat cocok untuk digunakan pada kamar tidur. Atau pada tempat yang memiliki banyak aktivitas seperti ruang keluarga dan ruang tamu.

5. Ungu

Warna ini sedikit sekali diaplikasikan, namun sekali digunakan, hasilnya bagus. Pasalnya warna yang cenderung kelam ini menawarkan unsur kemewahan tersendiri. Serta nuansa dingin yang berbeda daripada warna biru. Biasanya lebih dominan digunakan warna ungu gelap. Sedangkang warna ungu terang digunakan untuk ruangan memberikan kesan cerah atau bisa dipadukan keduanya.

Meskipun hanya lima warna yang dikulik, terdapat warna-warna lainnya yang juga memiliki arti dan kesan tersendiri seperti warna coklat, putih, abu-abu, hitam, dan lainnya. Belum juga termasuk penggunaan warna terang gelap serta kontras yang mampu memutar balikkan perasaan dengan hanya melihatnya.

Seperti yang sudah dijelaskan, penggunaan warna untuk sebuah bangunan dikembalikan lagi kepada pemiliknya dan untuk apa bangunan itu digunakan.

Sunday, 5 May 2019

MENGHINDARI RISIKO KECELAKAAN DALAM BEKERJA DENGAN 5 (EH 6 AJA DEH) TIPS JITU

Mengingat seringkali terjadi kecelakaan dalam pekerjaan, hal ini bisa disebabkan oleh human error atau system error.


Sumber gambar dari screen shoot op anime Tokyo Ghoul. 

Dalam pekerjaan apapun, risiko akan kecelakaan tidak dapat dihindari dan hal tersebut sangat lumrah terjadi. Tidak bisa juga dikatakan jika terjadinya kecelakaan dalam bekerja terjadi atas keinginan korban atau orang lain (meskipun bisa ada akibat rasa iri). Sehingga mendapatkan asuransi(?). Hal yang sangat tidak masuk akal jika dilakukan.

Meskipun kebanyakan kecelakaan terjadi secara tidak sengaja dan juga banyak yang tidak ingin hal ini menimpa kepada orang lain. Berikut sedikit saran untuk mengurangi angka terjadinya risiko saat bekerja:

1. Memulai dengan niat dan doa

Tidak dapat dipungkiri jika doa mampu menjadi penangkal akan terjadinya musibah. Selain itu, banyak juga orang percaya (mesti percaya) meminta segala sesuatu itu hanya kepada Tuhan Yang Maha Tahu. Serta dengan niatan mencari nafkah diri atau nafkah keluarga (bagi yang sudah punya keluarga).

Maka dari itu sebelum melakukan apapun saat bekerja, berdoa adalah bagian sangat penting yang tidak dapat dipisahkan. Tidak hanya dalam pekerjaan, kegiatan berdoa ini sangat mambrur jika dilakukan di saat serta di manapun berada.

2. Pastikan alat yang digunakan berfungsi dengan baik

Seperti yang dijelaskan di atas, system error kerap kali menjadi faktor utama dalam terjadinya kecelakaan dalam bekerja. Bahkan berdasarkan data dari kecelakaan yang diakibatkan mesin sebesar.

Ada baiknya, lakukan pengecekan secara rutin terhadap mesin yang digunakan. Pantau setiap pergerakannya, apakah suaranya berubah dari nyaring menjadi serak-serak? Apakah kecepatan mesin yang digunakan berubah menjadi pelan? Atau apakah mesin mendengus kesal akibat melihat orang yang sama setiap harinya? (bagian terakhir tidak diharapkan untuk ditanggapi secara serius).

Jika hal tersebut dilaksanakan dengan benar, kemungkinan terjadinya kecelakaan sangat minim.

3. Fokus, fokus, dan fokus dalam bekerja

Kurangnya asupan makanan untuk tubuh menjadi faktor terjadinya human error. Pasalnya, tubuh yang tidak ada tenaga diajak secara paksa untuk bekerja. Alhasil, usaha yang dikerahkan tidak maksimal. Selain itu, suplai oksigen (O²) yang dibutuhkan otak tidak dapat memenuhinya. Sehingga, di mana terjadinya kecelakaan dalam bekerja memiliki angka yang sangat tinggi.

Permasalahan ini mudah disiasati dengan mengkonsumsi makan pagi. Entah itu dengan roti, nasi goreng, lontong, pecel, mie goreng, mie ayam, bakso, dan sejenisnya. Sehingga kebutuhan makanan untuk tubuh terpenuhi dengan baik.

Selain dari faktor makanan, beban hidup yang dialami tiap orang juga mempengaruhi kurang konsentrasi dalam bekerja. Hal ini akan berdampak kepada kinerja kerja yang lamban dan memiliki risiko kecelakaan yang besar. Ada baiknya dalam hal ini melakukan kegiatan berdoa sehingga fokus dalam bekerja dapat dilakukan dengan maksimal.

4. Jangan mencampurkan masalah pribadi ke dalam pekerjaan

Menyambung penjabaran dari poin nomor tiga—terpaksa dipisah karena kepanjangan. Telah diketahui bersama jika setiap orang mempunyai permasalahan yang berbeda. Entah itu masalah dalam keluarga, teman, pacar, dan sejenisnya.

Menggabungkan masalah pribadi dengan pekerjaan terkesan tidak professional. Pasalnya, hal ini mengakbitkan hilangnya kesadaran dalam bekerja secara perlahan. Terus mengingat masalah yang terjadi tanpa tahu mesin yang di depannya telah merenggut nyawa.

Ada baiknya sebelum bekerja, mengenai masalah pribadi dan lainnya, ditinggalkan di dalam rumah atau kos. Kalau perlu masalah tersebut dibungkus dengan kresek hitam, lalu dibuang ke tempat sampah.

5. Selalu berbuat baik kepada sesama pekerja serta atasan

Meskipun terdengar tidak masuk akal dan sering diabaikan, faktor ini menjadi penyebab yang umum terjadi dalam kecelakaan bekerja. Biasanya hal ini disebabkan oleh rasa ketidak sukaan terhadap rekan kantor. Berusaha melakukan sabotase dan mutilas terhadap mesin yang akan digunakan oleh target. Lantas mesin tersebut rusak atau nyawa target melayang. Hal yang demikian dapat memancing kemarahan atasan atau keluarnya asuransi (seperti banyak adegan di sinetron).

Terlebih kepada atasan, jangan buat pimpinan kerja merasa jengkel atas tingkah yang selalu membuatnya nenjadi ilfil. Mestinya mampu berbuat baik kepada sesama rekan kerja dan atasan. Misalnya selalu tersenyum (tidak dianjurkan melakukan ini saat sendiri), sering menyapa, yang paling penting memegang disiplin ilmu yang tinggi.

Walaupun begitu, bukankah berbuat baik kepada sesama manusia, hewan, dan tumbuhan (makhluk halus tidak termasuk) merupakan anjuran dalam kitab suci AL-Qur'an?

6. Jangan lupa berdoa

Kenapa berdoa diulang lagi? Karena doa sangatlah penting untuk keselamatan entah itu dalam bekerja, berkendara, dan sejenisnya. Maka dari itu peranan doa dalam hal ini sangatlah penting terlepas dari siapa doa itu diucapkan. Intinya doa itu untuk diri sendiri.

Walaupun tips-tips di atas dilaksanakan dengan baik (siapa tahu melakukan semuanya), tidak juga dapat dipastikan lepas dari risiko dalam bekerja tersebut. Sudah suratan takdir jika terjadi bencana yang menimpa badan diri. Bagian terpentingnya jangan lupa berdoa untuk meminta pertolongan serta keselamatan dalam melakukan apapun (akhirnya doa menjadi hal terpenting dari segalanya).

Saturday, 4 May 2019

PENGGUNAAN MATERIAL BANGUNAN MEMPERNGARUHI USIA BANGUNAN ITU SENDIRI

Setiap bahan bangunan mempunyai perannya masing-masing. Tergantung bagaimana dalam pelaksanaanya. Bagian terpentingnya adalah berlandaskan kepada Standar Nasional Indonesia (SNI).


Sumber gambar dari sini

Mempunyai rumah impian adalah salah satu keinginan banyak orang yang telah membangun rumah tangga. Mulai dari rancangan, desain, hingga pemilihan material bangunan mesti sesuai enggan pilihan. Guna mengurangi perihal pendanaan. Padahal dalam pemilihan bahan bangunan menjadi faktor penting apakah bangunan itu tahan lama atau tidak.

Misalnya antara penggunaan batako dengan batu bata sekilas sama. Fungsinya untuk dinding. Namun, jika di tanya perihal kekuatannya jelas berbeda. Bobot batako lebih ringan daripada batu bata. Ukuran batako yang luas sangat mempermudah dalam pengerjaan dinding. Sehingga waktu yang diperlukan tidak terlalu banyak. Hal ini berbanding terbalik dengan batu bata yang ukurannya kecil dan lama dalam pemasangannya. Lagi pula, harga batako ketimbang lebih murah dibanding batu bata.

Kendati demikian, daya tahan batako tidak terlalu kuat. Hal ini disebabkan oleh bahan dasarnya sendiri. Campuran antara semen dan kerikil tampak rapuh dibandingkan batu bata yang dibuat dari tanah liat. Namun, dalam pembuatan rumah tinggal, terutama kompleks perumahan, batako sangat digemari. Lantaran alasan yang di atas. Sehingga dalam hal ini tidak bisa juga memkasa orang lain menggunakan batu bata agar bangunannya tahan lama.

Masih pada bagian dinding, sedikit bergeser ke arah pengecatannya. Sangat jarang sekali ada rumah yang tidak diberi cat. Selain menjadi hal yang sering diperbincangkan antar tetangga karena warna rumah, hal ini juga bisa menentukan usia bangunan. Pasalnya, tujuan bangunan dicat adalah agar bangunan tidak mudah dimakan rayap (pada bangunan kayu) serta tidak mudahnya tumbuh keluarga di dinding (bangunan dari batu bata atau batako).

Belum lagi banyaknya beragam merk seta jenis cat yang beredar di pasaran membuat pilihan tak terbatas. Entah itu dari kualitas cat, maupun warna untuk mempercantik rumah.

Lantai juga memainkan peran penting dalam suatu bangunan. Bagaimana mungkin tempat berpijaknya orang-orang yang berada di suatu bangunan dibuat secara asal-asalan? Penggunaan materialnya pun disesuaikan dengan fungsi bangunan itu sendiri.

Misalnya saja antara bangunan rumah tinggal dengan bangunan untuk perkantoran memiliki perbedaan. Untuk rumah tinggal, bisa diberi keramik saja. Ada juga rumah tinggal diberi lantai marmer (tergantung anggaran masing-masing). Namun untuk perkantoran tadi, penggunaan keramik serasa kurang tepat. Pasalnya terlalu sederhana, sehingga nanti berakibat kepada penilaian orang-orang terhadp kantor itu sendiri. Tapi, tidak menutup kemungkinan juga jika sebuah kantor menggunakan lantai keramik.

Lain halnya dengan kuzen serta rangka atap. Memasuki beberapa tahun terakhir, penggunaan kusen dan rangka atap dari bahan baja sudah menjadi hal yang biasa. Bahkan bisa dibilang bangunan yang didirikan sekarang ini menggunakan bahan dasar baja untuk kuzen serta rangka atap. Pasalnya, bahan baja ini ringan, praktis, serta ramah dikantong. Sehingga kuzen dan rangka atap dari bahan baku kayu mulai ditinggalkan. Lagi pula untuk sekarang ini, kayu sulit didapat dengan harga murah.

Perlu diketahui, jika untuk kuzen dan rangka atap dari bahan baku baja mesti disesuaikan dengan kondisi sekitar. Misalnya, pada daerah dataran rendah, penggunaan bahan baku baja dirasa sangat tepat. Menimbang daerah dataran rendah sukar mendapatkan kayu. Meskipun ada, belum tentu harganya sesuai dengan anggaran yang ada. Selain itu, baja menambah kesan mewah serta terasa sejuk.

Hal ini berbanding terbalik dengan bangunan untuk daerah dataran tinggi. Penggunaan bahan dasar baja untuk kuzen dan rangka atap sah-sah saja. Namun, perlu diperhatikan jika baja bersifat ringan sehingga menjadi suatu momok yang mesti dipikir kwmbali6. Pasalnya, daerah dataran tinggi terkenal akan anginnya yang kencang (tergantung kepada siklus di suatu tempat). Kemungkinan terburuknya adalah atap dibawa terbang oleh angin disebabkan kuda-kuda dari bahan baja tidak terlalu kuat. Sehingga menimbulkan kerugian dibalik hal ini.

Pada akhirnya, untuk penggunaan material bahan bangunan dikembalikan kepada pemilik serta perencananya sendiri. Tapi, jika sedikit saja ingin menggunakan material yang sekiranya awet (untuk bangunan yang akan didirikan), hal ini sangatlah bagus. Tidak masalah jika harganya mahal sedikit. Toh, kekuatan bangunan itu terjaga bahkan memiliki usia yang panjang daripada bangunan yang memilih material seadanya. Bukannya tahan lama, bangunan tersebut cepat hancur dan mengalami kerugian yang besar akibat abai dengan material bangunan. Perlu diingat jika tulisan ini mencakup semua material yang ada dibutuhkan bangunan itu sendiri. Meskipun demikian, material yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) sangatlah dianjurkan.