SEBERAPA BESAR PERANAN MAHASISWA TEKNIK SIPIL DALAM PEMBANGUNAN NEGARA?

Tantangan besar yang dihadapi oleh bangsa ini adalah kemampuan daya saing sumber daya manusia dalam memasuki revolusi industri. Era dimana dunia industri teknologi otomatisasi dengan basis cyber mulai berkembang pesat. Hal ini ditandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi dan batas manusia, mesin yang semakin konvergen. Untuk itu sektor industri nasional perlu dibenahi terutama dalam penguasaan teknologi yang menjadi kunci penentu daya saing. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan langkah konkret yang mesti dilaksanakan dalam mengikuti perkembangan teknologi dan informasi.

Pemerintah Republik Indonesia dibawah pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas. Karena hal itu merupakan pondasi dasar dalam pertumbuhan ekonomi, pembangunan jalan, Bandar udara, pelabuhan, akan meningkatkan konektivitas dan mampu menurunkan biaya logistic sehingga produksi unggulan local mampu bersaing dengan produk impor. Namun, pembangunan infrastruktur tersebut tidaklah mudah dilaksanakan, banyak tantangan yang mesti dihadapi, beberapa diantaranya adalah disparitas antar wilayah, kesenjanagan pembangunan yang terjadi. Ini disebabkan oleh banyak hal, namun dengan kebijakan pemerintah yang memprioritaskan pembangunan di kawasan terluar dan pinggiran menyebabkan daerah tersebut dapat mengejar ketertinggalan.

Infrastruktur di negara Indonesia saat ini memang belum sebanding dengan negara negara lain, dan jauh tertinggal karena kurangnya tenaga pembangunan yang baik. Selain itu pembangunan di Indonesia sangat kurang karena kurangnya anggaran biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia. Untuk itu maka anggaran biaya pembangunan infrastruktur di indonesia harus di tambah agar Negara Indonesia mampu bersaing dengan negara negara lain dalam bidang infrastruktur. Maka dari itu Pemerintah harus memperbaiki infrastruktur di Indonesia agar lebih mudah dalam melakukan hal hal. Misal bisnis, perdagangan, dan ekspor impor.

Mahasiswa, secara sempit diartikan sebagai tingkatan pelajar yang tertinggi, secara luas dapat diartikan sebagai, tingkatan pelajar tertinggi yang sejatinya sudah sangat kritis dan cerdas yang dapat berpengaruh secara langsung ke kehidupan bangsa dan negara sebagai alat kontrol dalam pemerintahan.

Peran mahasiswa teknik sipil di dalam menjaga kedaulatan bangsa Indonesia cukup penting, khususnya dalam bidang teknologi dan pembangunan. Di bidang teknologi, peran mahasiswa penting untuk mendukung pembangunan infrastuktur nasional, misalnya dalam pembangunan jembatan. Seorang mahasiswa, khususnya yang berkecimpung dibidang teknik sipil seharusnya memiliki pengetahuan yang menyeluruh, dan tidak hanya memiliki kecerdasan yang baik, tetapi juga harus memiliki keahlian dan wawasan yang luas. Sehingga dalam penerapan di kehidupan nyata, mereka dapat menjadi ujung tombak dalam pembangunan infrastuktur di Indonesia.

Kualitas para mahasiswa tentu tidak lepas dari peran perguruan tinggi itu sendiri. Di negara berkembang seperti Indonesia, peran perguruan tinggi sangatlah sentral. Perguruan tinggi merupakan tempat penyiapan sumber daya manusia untuk mendukung pembangunan nasional, baik dari tenaga yang terampil, para pemikir, maupun para ilmuwan peneliti yang handal. Perguruan tinggi adalah lembaga pendidikan penyumbang ilmu dan teknologi bagi masyarakat. Indonesia memerlukan suatu perguruan tinggi yang dapat diandalkan dalam kompetisi global, dan itu merupakan faktor penting dalam memulai suatu perubahan untuk memperbaiki kualitas para sarjana di tanah air. Idealnya suatu perguruan tinggi harus dapat menyiapkan lingkungan belajar yang kondusif untuk terbentuknya kompetensi tersebut. Sehingga, pada akhirnya peran dan fungsi mahasiswa dalam menjaga kedaulatan bangsa dan negara dapat teraplikasikan dengan optimal.

Secara umum, peran mahasiswa dalam bidang pembangunan infrastruktur tidaklah selalu mengacu pada hal-hal makro. Para mahasiswa baru bisa berkontribusi secara makro apabila sudah “matang” dan memiliki konsep dalam lingkup regional atau nasional. Marilah kita berkontribusi dari hal-hal mikro di sekitar. Secara faktual, kampus merupakan laboratorium besar tempat melahirkan beragam ide dari berbagai permasalahan mikro di sekitar. Kemudian ide tersebut diwujudkan dalam bentuk peranan sosial individu mahasiswa tersebut dalam kehidupan kemasyarakatan sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Menjadi agen bagi perubahan sosial, budaya, paradigma, ekonomi dan politik masyarakat secara luas. Dengan demikian, kepentingan masyarakat menjadi barometer utama bagi keberhasilan suatu perubahan sosial yang dilakukan oleh mahasiswa. Dalam hal ini mahasiswa dituntut tidak hanya berhasil membawa ijazah, tetapi juga diharuskan membawa perubahan dari ilmu dan pengalamannya selama berada dalam laboratorium kampus.

Kendati demikian, semua itu harus didasari pada mahasiswa itu sendiri. Meskipun sudah ada fasilitas seperti kampus dan ada langsung dukungan pihak fakultas dan universitas, tanpa adanya mahasiswa sebagai penggerak, hal itu sama saja dengan sia-sia. Karena, di tangan mahasiswalah bagaimana ke depannya jalan negara ini.



Sumber:

Anonim
Dr. Ir. Sumadilaga, Danis Hidayat. “Membangun Profesionalisme Insinyur untuk Kemajuan Bangsa”. Padang Ekspres. 6 Desember 2018, hal. 28.
http://atieksipilnarotama.blogspot.com/2016/11/peran-teknik-sipil-dalam-pembangunan.html?m=1 diakses pada tanggal (9 Januari)
https://www.google.com/amp/s/aqranthome.wordpress.com/2012/08/25/peran-mahasiswa-dalam-pembangunan-nasional/amp/ diakses pada tanggal (9 Januari)

Postingan terkait:

1 Tanggapan untuk "SEBERAPA BESAR PERANAN MAHASISWA TEKNIK SIPIL DALAM PEMBANGUNAN NEGARA?"

  1. Telkomsel juga ikut membangunnegara dengan paketnya yang mahal min

    ReplyDelete