Halaman

Halaman

Tuesday, 23 April 2019

MEMBANGUN/MENCARI RUMAH BUKAN DISEBABKAN OLEH GENGSI, TAPI KARENA MEMBUTUHKAN TEMPAT TINGGAL ITU SENDIRI

Hunian rumah tinggal adalah salah satu bisnis yang sangat menjanjikan. Namun, membangun rumah sendiri terdapat satu kepuasan yang tak terkira.



Gambar milik pribadi. 

Bicara mengenai rumah, tak akan bisa lepas dari perkembangan jumlah umat manusia pada sekarang ini. Pasalnya, semakin banyak manusia di atas bumi, permintaan akan hunian rumah tinggal sangat meningkat. Sehingga untuk membangun rumah sendiri sangatlah susah, menimbang lahan yang sangat langka.

Kompleks perumahan bisa menjadi salah satu solusi dari permasalahan di atas. Mencari tempat tinggal yang layak sekaligus dengan desain rumah terdepan. Perihal harga, menyesuaikan dengan lokasi perumahan, apakah berada di tengah atau pinggir kota. Semakin luas ukuran rumah, semakin banyak pula dana yang mesti dikeluarkan. Terlebih lagi, hal ini juga sangat mencolok dari segi desain, secara menarik minat pembeli.

Kendati terlihat sangat mudah, sebenarnya terdapat beberapa skema panjang agar perwujudan rumah impian di perumahan tidak berujung penggusuran. Pasalnya, untuk menghuni salah satu rumah di kompleks perumahan, mesti mempunyai perencanaan perihal biaya yang sangat matang. Bagaimana angsuran tiap bulanannya. Apakah sesuai dengan fasilitas yang ada. Terlebih pada lokasi perumahan, sangat berbeda perumahan di tengah dengan pinggiran kota.

Belum lagi mematuk seberapa jauh jarak kompleks perumahan dengan tempat kerja, pasar, sekolah, rumah sakit, dan hal yang dirasa perlu lainnya. Jangan sampai berakhir dengan kepusingan tujuh keliling karena mempunyai rumah yang sangat jauh, sehingga memakan waktu yang lama di perjalanan.

Upaya di atas tidaklah cukup jika gengsi yang akan menjadi landasan utama untuk menghuni kompleks perumahan. Meskipun dengan desain rumah yang sangat menawan dan kekinian, belum tentu ada kebahgiaan di sana. Pasalnya, jika hanya ingin menunjukkan bahwasannya rumah yang ditempati sangatlah bagus, belum tentu orang yang membicarkan hal itu dapat tersenyum puas. Pada akhirnya, rumah yang didiami berubah fungsi dari tempat tinggal menjadi tempat mencari pujian.

Ditilik dari perihal dana, hal ini sangat membutuhkan perhatian ekstra. Pasalnya, mengatur keuangan untuk biaya angsuran dengan keperluan lainnya terkesan mudah, namun sulit untuk diterapkan. Belum lagi jika penghasilan hanya dihabiskan untuk hura-hura tanpa memikir tanggung jawab kepada rumah yang didiami hanya karena sebuah gengsi. Tidak menutup jika pihak perumahan akan melakukan penggusuran dan pemilik rumah akan berurai air mata.

Lantas apakah beda dengan membangun rumah sendiri?

Sekiranya sama saja, namun ada kepuasan sendiri jika uang hasil keringat dapat menghasilkan tempat tinggal sendiri.

Hal ini dapat dilihat beberapa faktor. Apakah membuat rumah di atas tanah milik harta warisan? Jika iya, tidak perlu memusingkan akan anggaran pembelian tanah. Seandainya tidak memiliki tanah? Bisa, tapi mesti membeli tanah. Lalu timbul lagi pertanyaan, apakah tanah itu berlokasi di tengah atau pinggiran kota? Jika berada di tengah kota, sudah dipastikan jika harga tanah bisa melebihi harga materi dari rumah itu sendiri dan berbanding terbalik jika berada di pinggiran kota. Namun banyak juga yang membangun rumah di tengah kota.

Membangun rumah sendiri sangatlah berbeda dengan kompleks perumahan. Pasalnya, di sana terdapat wujud rasa cinta untuk membangun istana milik sendiri, meskipun hanya sederhana. Mewujudkan angan-angan perihal rumah impian yang diidamkan. Belum lagi biaya akan materi bangunan bisa ditekankan, namun memiliki kualitas yang bagus. Terlebih lagi kepada desain rumah yang bisa dirancang sendiri.

Beberapa bulan kemarin sempat santer tentang rumah dengan luas tanah yang hanya sedikit, namun dapat menampung orang serta barang yang berharga. Hal itu dapat dijadikan contoh perihal solusi membangun rumah idaman dengan melawan harga tanah yang semakin naik dan merancang desain yang unik.

Pada akhirnya, mendiami kompleks perumahan dengan membangun rumah sendiri tidak ada yang salah di antara dua hal tersebut. Kembali kepada diri sendiri, apakah membangun rumah untuk tempat tinggal atau mencari gengsi yang akan berujung pada meruntuhkan rumah itu sendiri.

No comments:

Post a Comment