PERIHAL KETAHANAN MAUPUN KEKUATAN MENJADI FAKTOR UTAMA DALAM MERANCANG BANGUNAN

Sebenarnya daya kekuatan suatu bangunan sangatlah diperhatikan. Sayangnya, sekarang ini hal itu menjadi terabaikan karena lebih berfokus kepada desain.



Sumber gambar dari sini (sebenarnya dari screenshot anime Fate/Zero) 


Dalam beberapa waktu terakhir, Indonesia sangat konsumtif mengenai pembangunan untuk infrastruktur negara. Guna memakmurkan rakyat sekaligus menaikkan ekonomi masyarakat. Banyaknya bangunan yang berdiri berusaha mengikuti perkembangan desain saat ini. Bangunan bergaya minimalis masih mendominasi untuk saat ini.

Apakah bangunan tersebut mempunyai kekuatan dan ketahanan yang dapat berdiri hingga lama layaknya bangunan zaman penjajahan?

Kembali lagi darimana sumber bangunanya. Dalam artian sempitnya, materi yang digunakan berkualitas tinggi sesuai dengan anjuran Standar Nasional Indonesia (SNI). Misalnya satu kubik batu kali untuk pondasi sangat berperan penting apakah pondasi itu dapat bertahan lama atau tidak.

SNI telah dirancang sedemikian rupa supaya apapun bangunan yang hendak didirikan mampu bertahan lama, meskipun dengan material yang tak banyak. Kendati demikian, kecurangan saat pengerjaan lapangan sering kali terjadi. Terlebih kepada proyek pembangunan dalam skala besar. Penyelewangan sangat mudah terjadi.

Sebagai contoh adalah kasus Proyek Hambalang yang sayangnya mesti berhenti di tengah jalan. Perihal pendanaan yang membengkak dari 125 miliyar menjadi 2,5 triliun menjadi hal yang patut dipertanyakan. Pada tahun 2003 hingga 2006, dana sebanyak itu sudah termasuk besar untuk membangun gedung olahraga yang bagus. Sayangnya, orang di balik itu semua mesti ditangkap perihal penyelewangan dana. Meskipun hanya dana, itu sangat berpengaruh kepada kualitas bangunan yang dihasilkan.

Contoh lainnya jembatan penghubung sungai di Kutai yang ambruk setelah beberapa tahun berdiri. Bisa dkbilang bangunan zaman penjajahan masih kokoh dibandingkan jembatan itu. Setelah diusut terjadi penyelewangan dalam hal material. Seharusnya menggunakan bahan yang berkualitas bagus diganti dengan bahan-bahan untuk membangun rumah. Meskipun sama-sama material bangunan, tentunya dalam pelaksanaan di lapangan sangat berbeda antara material untuk jembatan dan rumah. Akibatnya, jembatan yang dibangun tidak mempunyai kekuatan dan ketahanan yang cukup atas bencana alam. Kasus ditutup dengan ditangkapnya orang-orang yang bertanggung jawab dalam proyek jembatan. Selain itu, korban jiwa akibat peristiwa ini tidaklah sedikit. Tentu saja itu membuat banyak orang menuntut karena infrastruktur tidak bertahan lama.

Kerugian semakin membengkak ketika proyek-proyek berskala besar (seperti contoh di atas) dipermainkan oleh segelintir orang untuk kepentingan pribadi. Sehingga berakibat kepada kemakmuran negara Indonesia yang berjalan sangat lambat. Hanya berfokus kepada pembangunan infrastruktur tanpa peduli ketahanan bangunan karena dana untuk membeli material diambil.

Dalam pembangunan skala kecil, penyelewangan ini seakan tidak ada habisnya. Misalnya dalam pembangunan rumah dua tingkat, galian pondasi yang direncanakan adalah dua meter (mengingat kondisi tanah bagus). Namun, fakta yang ada di lapangan berbeda. Para pekerja hanya membuat galian pondasi sedalam satu meter. Hal itu sama saja digunakan untuk bangunan satu tingkat. Pada akhirnya jika terjadi bencana rumah itu tidak akan tahan lama, karena sejak dari awal pembangunannya tidak mematuhi aturan.

Belum lagi akhir-akhir ini infrastruktur yang dibangun hanya berfokus kepada hal desain. Apapun hasilnya mesti terlihat modern. Tidak peduli apakah bangunan itu tahan lama atau tidak. Apabila hal ini diperburuk dengan penyelewangan dana, berakhir sudah bangunan itu. Hal ini diperparah jika bangunan tadi di periksa oleh Dinas Pekerjaan Umum. Jika terbukti gambar yang direncanakan tidak sesuai dengan keadaan di lapangan, akan bermasalah kepada pelaksana pembangunan tersebut

Berbicara mengenai desain, dalam hal ini struktur bangunan tidaklah diperhatikan. Karena hanya berfokus bagaimana membuat bangunan tersebut terlihat bagus. Meskipun demikian antara desain dan struktur bangunan mesti diselaraskan, supaya terwujud bangunan yang mempunyai kekuatan dan ketahanan serta desain menawan.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "PERIHAL KETAHANAN MAUPUN KEKUATAN MENJADI FAKTOR UTAMA DALAM MERANCANG BANGUNAN"

Post a Comment