Memang benar jika bidang teknik sipil berkaitan perihal merancang dan membangun suatu bangunan. Sebuah kesalah pahaman jika bidang teknik sipil disamakan dengan bidang arsitektur. Terlebih lagi dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS).
“Sekarang kuliah di mana, Dik?“
“Kuliah di *** (nama universitas), Om.“
“Ambil jurusan apa?“
“Teknik sipil, Om.“
“Ooo, nanti setelah lulus mau jadi PNS, ya?“
Atau
“Kamu anak sipil, kan?“
“Iya, kenapa?“
“Bisa minta tolong nggak buatin gambar rancangan rumah. Pakai desain ala rumah Eropa. Terus di bagian jendelanya pakai banyak lengkungan. Lalu pintunya besar-besar. O iya, jangan lupa nanti untuk lantainya pakai marmer dari timur tengah gitu. Dan seterusnya.“
Bagi kebanyakan orang, terjebak dalam percakapan di atas (entah satu atau dua) seringlah terjadi. Apakah itu mendengar dari pengalaman orang maupun terjadi di depan mata kepala sendiri.
Untuk orang awam, istilah sipil berarti berkenaan dengan rakyat, masyarakat, dan seragamnya. Bagian terpentingnya tidak termasuk anggota TNI. Namun, jika dibawa ke dalam ilmu teknik sipil sangat berbeda dengan Pegawai Negeri Sipil.
Dalam ilmu teknik sipil, mencakup ilmu hitung, ilmu gaya, dan ilmu alam. Secara, ketiga hal itu sangat bersebrangan, namun memiliki kaitan erat tentang teknik sipil itu sendiri. (Untuk lebih jelasnya klik di sini)
Berbanding terbalik dengan Pegawai Negeri Sipil yang lebih menekankan kepada bidang surat menyurat. Bekerja di bawah naungan pemerintahan. Itu pun untuk masuk ke sana mesti melewati tes. Belum lagi banyaknya pesaing menyulitkan untuk lolos.
Meskipun pada kenyataannya Pegawai Negeri Sipil ada juga dari orang-orang teknik sipil. Tapi, tujuan utama dari teknik sipil bukanlah menjadi pegawai pemerintahan. Menjalankan roda pembangunan negara untuk mencapai kemakmuran.
Lain hal jika teknik sipil disamakan dengan arsitektur. Dalam teknik sipil, hal-hal yang mengenai desain tidak didalami secara maksimal seperti di arsitektur. Perlu digaris bawahi jika kata 'tidak' bukan berarti tidak mempelajarinya sama sekali. Karena dalam teknik sipil, perihal struktur bangunan sangatlah diperhatikan dibandingkan desain.
Hal demikian sedikit berlawanan dengan arsitektur. Dimana, dalam arsitektur sangat menonjolkan perihal desain. Bahkan mampu membedakan gaya bangunan victoria dengan vintage (jika dilihat sekilas, terlihat sama) secara terperinci. Namun, dalam struktur sedikit abai. Sama halnya dalam taknik sipil, dalam arsitektur juga mempelajari mengenai struktur bangunan, tapi tidak dipelajari secara mendalam.
Dalam pelaksanaannya, teknik sipil dengan arsitektur bekerja sama dalam merancang bangunan. Memperhatikan struktur dan desainnya bersamaan. Kadang kala, hal ini hanya dilakukan oleh satu orang yang paham akan struktur dan desain. Dengan catatan sudah berpengalaman.
Antara teknik sipil dengan arsitektur terkesan mudah. Namun, dalam pengaplikasiannya sedikit bertentangan.
Miasalnya saat merancang suatu bangunan. Bagi orang teknik sipil, segala aspek sangat berpengaruh kepada bangunan tersebut. Bagaimana kondisi tanahnya, keras, lunak, atau lembek? Jika bangunan yang diinginkan memiliki lantai lebih 20, apakah kondisi wilayah seperti ini cocok? Belum lagi memperhatikan lingkungan sekitar, ramai atau sepi? Bagian terpentingnya adalah bangunan ini ditujukan kepada siapa dan untuk apa?
Lain hal dalam arsitektur. Apa yang terjadi di atas tidak menjadi perhatiannya (kecuali tentang kepada siapa dan untuk apa bangunan tersebut). Karena, dalam mendesain bangunan untuk perkantoran dengan rumah sakit itu berbeda sekali. Belum lagi, dalam hal desain menjadi tolak ukur akan berapa banyak orang yang tertarik untuk datang ke bangunan tersebut.
Selain daripada itu, dalam teknik sipil menuntut orang-orang di sana paham akan perihal hitung-hitungan, serta logika yang masuk akal berdasarkan data yang ada. Sedangkan, arsitektur lebih menonjolkan akan imajinasi tentang bagaimana desain yang dirancang sesuai dengan tujuan bangunan tersebut didirikan.
Pada akhirnya, antara teknik sipil dan arsitektur, walaupun sama-sama membahas perihal bangunan, namun cakupannya berbeda. Terlebih lagi antara teknik sipil dengan Pegawai Negeri Sipil. Boleh dibilang tidak ada hubungannya sama sekali.
Meskipun, hal tersebut sudah bisa diperkirakan memiliki makna yang berbeda (antara teknik sipil dan PNS). Masih ada saja yang terjebak perihal hal tersebut.
“Teknik sipil ini ngapain, sih? Tiap hari ngitung mulu.“
“Merancang dan membangun sebuah bangunan.“
“Lah, aku kira nanti akan jadi PNS. Berarti selama ini aku salah jurusan?“
Telan paksa paku beton. Kalau begini tersesatnya sungguh terlalu, Kawan.

No comments:
Post a Comment