Halaman

Halaman

Saturday, 4 May 2019

PENGGUNAAN MATERIAL BANGUNAN MEMPERNGARUHI USIA BANGUNAN ITU SENDIRI

Setiap bahan bangunan mempunyai perannya masing-masing. Tergantung bagaimana dalam pelaksanaanya. Bagian terpentingnya adalah berlandaskan kepada Standar Nasional Indonesia (SNI).


Sumber gambar dari sini

Mempunyai rumah impian adalah salah satu keinginan banyak orang yang telah membangun rumah tangga. Mulai dari rancangan, desain, hingga pemilihan material bangunan mesti sesuai enggan pilihan. Guna mengurangi perihal pendanaan. Padahal dalam pemilihan bahan bangunan menjadi faktor penting apakah bangunan itu tahan lama atau tidak.

Misalnya antara penggunaan batako dengan batu bata sekilas sama. Fungsinya untuk dinding. Namun, jika di tanya perihal kekuatannya jelas berbeda. Bobot batako lebih ringan daripada batu bata. Ukuran batako yang luas sangat mempermudah dalam pengerjaan dinding. Sehingga waktu yang diperlukan tidak terlalu banyak. Hal ini berbanding terbalik dengan batu bata yang ukurannya kecil dan lama dalam pemasangannya. Lagi pula, harga batako ketimbang lebih murah dibanding batu bata.

Kendati demikian, daya tahan batako tidak terlalu kuat. Hal ini disebabkan oleh bahan dasarnya sendiri. Campuran antara semen dan kerikil tampak rapuh dibandingkan batu bata yang dibuat dari tanah liat. Namun, dalam pembuatan rumah tinggal, terutama kompleks perumahan, batako sangat digemari. Lantaran alasan yang di atas. Sehingga dalam hal ini tidak bisa juga memkasa orang lain menggunakan batu bata agar bangunannya tahan lama.

Masih pada bagian dinding, sedikit bergeser ke arah pengecatannya. Sangat jarang sekali ada rumah yang tidak diberi cat. Selain menjadi hal yang sering diperbincangkan antar tetangga karena warna rumah, hal ini juga bisa menentukan usia bangunan. Pasalnya, tujuan bangunan dicat adalah agar bangunan tidak mudah dimakan rayap (pada bangunan kayu) serta tidak mudahnya tumbuh keluarga di dinding (bangunan dari batu bata atau batako).

Belum lagi banyaknya beragam merk seta jenis cat yang beredar di pasaran membuat pilihan tak terbatas. Entah itu dari kualitas cat, maupun warna untuk mempercantik rumah.

Lantai juga memainkan peran penting dalam suatu bangunan. Bagaimana mungkin tempat berpijaknya orang-orang yang berada di suatu bangunan dibuat secara asal-asalan? Penggunaan materialnya pun disesuaikan dengan fungsi bangunan itu sendiri.

Misalnya saja antara bangunan rumah tinggal dengan bangunan untuk perkantoran memiliki perbedaan. Untuk rumah tinggal, bisa diberi keramik saja. Ada juga rumah tinggal diberi lantai marmer (tergantung anggaran masing-masing). Namun untuk perkantoran tadi, penggunaan keramik serasa kurang tepat. Pasalnya terlalu sederhana, sehingga nanti berakibat kepada penilaian orang-orang terhadp kantor itu sendiri. Tapi, tidak menutup kemungkinan juga jika sebuah kantor menggunakan lantai keramik.

Lain halnya dengan kuzen serta rangka atap. Memasuki beberapa tahun terakhir, penggunaan kusen dan rangka atap dari bahan baja sudah menjadi hal yang biasa. Bahkan bisa dibilang bangunan yang didirikan sekarang ini menggunakan bahan dasar baja untuk kuzen serta rangka atap. Pasalnya, bahan baja ini ringan, praktis, serta ramah dikantong. Sehingga kuzen dan rangka atap dari bahan baku kayu mulai ditinggalkan. Lagi pula untuk sekarang ini, kayu sulit didapat dengan harga murah.

Perlu diketahui, jika untuk kuzen dan rangka atap dari bahan baku baja mesti disesuaikan dengan kondisi sekitar. Misalnya, pada daerah dataran rendah, penggunaan bahan baku baja dirasa sangat tepat. Menimbang daerah dataran rendah sukar mendapatkan kayu. Meskipun ada, belum tentu harganya sesuai dengan anggaran yang ada. Selain itu, baja menambah kesan mewah serta terasa sejuk.

Hal ini berbanding terbalik dengan bangunan untuk daerah dataran tinggi. Penggunaan bahan dasar baja untuk kuzen dan rangka atap sah-sah saja. Namun, perlu diperhatikan jika baja bersifat ringan sehingga menjadi suatu momok yang mesti dipikir kwmbali6. Pasalnya, daerah dataran tinggi terkenal akan anginnya yang kencang (tergantung kepada siklus di suatu tempat). Kemungkinan terburuknya adalah atap dibawa terbang oleh angin disebabkan kuda-kuda dari bahan baja tidak terlalu kuat. Sehingga menimbulkan kerugian dibalik hal ini.

Pada akhirnya, untuk penggunaan material bahan bangunan dikembalikan kepada pemilik serta perencananya sendiri. Tapi, jika sedikit saja ingin menggunakan material yang sekiranya awet (untuk bangunan yang akan didirikan), hal ini sangatlah bagus. Tidak masalah jika harganya mahal sedikit. Toh, kekuatan bangunan itu terjaga bahkan memiliki usia yang panjang daripada bangunan yang memilih material seadanya. Bukannya tahan lama, bangunan tersebut cepat hancur dan mengalami kerugian yang besar akibat abai dengan material bangunan. Perlu diingat jika tulisan ini mencakup semua material yang ada dibutuhkan bangunan itu sendiri. Meskipun demikian, material yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) sangatlah dianjurkan.

2 comments:

  1. Waah baru tahu. Ternyata begitu...

    Uda, berhubung menyenggol masalah rayap. Request cara basmi rayap yang ampuh dong. 🙏😓😓😓

    Oh iya,ada typo dikit di atas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ok, kak. Insya Allah ke depan akan bahas itu. Terima kasih telah memberikan masukan dan mengoreksi tulisan ini, kak.

      Delete