MENGHINDARI RISIKO KECELAKAAN DALAM BEKERJA DENGAN 5 (EH 6 AJA DEH) TIPS JITU

Mengingat seringkali terjadi kecelakaan dalam pekerjaan, hal ini bisa disebabkan oleh human error atau system error.


Sumber gambar dari screen shoot op anime Tokyo Ghoul. 

Dalam pekerjaan apapun, risiko akan kecelakaan tidak dapat dihindari dan hal tersebut sangat lumrah terjadi. Tidak bisa juga dikatakan jika terjadinya kecelakaan dalam bekerja terjadi atas keinginan korban atau orang lain (meskipun bisa ada akibat rasa iri). Sehingga mendapatkan asuransi(?). Hal yang sangat tidak masuk akal jika dilakukan.

Meskipun kebanyakan kecelakaan terjadi secara tidak sengaja dan juga banyak yang tidak ingin hal ini menimpa kepada orang lain. Berikut sedikit saran untuk mengurangi angka terjadinya risiko saat bekerja:

1. Memulai dengan niat dan doa

Tidak dapat dipungkiri jika doa mampu menjadi penangkal akan terjadinya musibah. Selain itu, banyak juga orang percaya (mesti percaya) meminta segala sesuatu itu hanya kepada Tuhan Yang Maha Tahu. Serta dengan niatan mencari nafkah diri atau nafkah keluarga (bagi yang sudah punya keluarga).

Maka dari itu sebelum melakukan apapun saat bekerja, berdoa adalah bagian sangat penting yang tidak dapat dipisahkan. Tidak hanya dalam pekerjaan, kegiatan berdoa ini sangat mambrur jika dilakukan di saat serta di manapun berada.

2. Pastikan alat yang digunakan berfungsi dengan baik

Seperti yang dijelaskan di atas, system error kerap kali menjadi faktor utama dalam terjadinya kecelakaan dalam bekerja. Bahkan berdasarkan data dari kecelakaan yang diakibatkan mesin sebesar.

Ada baiknya, lakukan pengecekan secara rutin terhadap mesin yang digunakan. Pantau setiap pergerakannya, apakah suaranya berubah dari nyaring menjadi serak-serak? Apakah kecepatan mesin yang digunakan berubah menjadi pelan? Atau apakah mesin mendengus kesal akibat melihat orang yang sama setiap harinya? (bagian terakhir tidak diharapkan untuk ditanggapi secara serius).

Jika hal tersebut dilaksanakan dengan benar, kemungkinan terjadinya kecelakaan sangat minim.

3. Fokus, fokus, dan fokus dalam bekerja

Kurangnya asupan makanan untuk tubuh menjadi faktor terjadinya human error. Pasalnya, tubuh yang tidak ada tenaga diajak secara paksa untuk bekerja. Alhasil, usaha yang dikerahkan tidak maksimal. Selain itu, suplai oksigen (O²) yang dibutuhkan otak tidak dapat memenuhinya. Sehingga, di mana terjadinya kecelakaan dalam bekerja memiliki angka yang sangat tinggi.

Permasalahan ini mudah disiasati dengan mengkonsumsi makan pagi. Entah itu dengan roti, nasi goreng, lontong, pecel, mie goreng, mie ayam, bakso, dan sejenisnya. Sehingga kebutuhan makanan untuk tubuh terpenuhi dengan baik.

Selain dari faktor makanan, beban hidup yang dialami tiap orang juga mempengaruhi kurang konsentrasi dalam bekerja. Hal ini akan berdampak kepada kinerja kerja yang lamban dan memiliki risiko kecelakaan yang besar. Ada baiknya dalam hal ini melakukan kegiatan berdoa sehingga fokus dalam bekerja dapat dilakukan dengan maksimal.

4. Jangan mencampurkan masalah pribadi ke dalam pekerjaan

Menyambung penjabaran dari poin nomor tiga—terpaksa dipisah karena kepanjangan. Telah diketahui bersama jika setiap orang mempunyai permasalahan yang berbeda. Entah itu masalah dalam keluarga, teman, pacar, dan sejenisnya.

Menggabungkan masalah pribadi dengan pekerjaan terkesan tidak professional. Pasalnya, hal ini mengakbitkan hilangnya kesadaran dalam bekerja secara perlahan. Terus mengingat masalah yang terjadi tanpa tahu mesin yang di depannya telah merenggut nyawa.

Ada baiknya sebelum bekerja, mengenai masalah pribadi dan lainnya, ditinggalkan di dalam rumah atau kos. Kalau perlu masalah tersebut dibungkus dengan kresek hitam, lalu dibuang ke tempat sampah.

5. Selalu berbuat baik kepada sesama pekerja serta atasan

Meskipun terdengar tidak masuk akal dan sering diabaikan, faktor ini menjadi penyebab yang umum terjadi dalam kecelakaan bekerja. Biasanya hal ini disebabkan oleh rasa ketidak sukaan terhadap rekan kantor. Berusaha melakukan sabotase dan mutilas terhadap mesin yang akan digunakan oleh target. Lantas mesin tersebut rusak atau nyawa target melayang. Hal yang demikian dapat memancing kemarahan atasan atau keluarnya asuransi (seperti banyak adegan di sinetron).

Terlebih kepada atasan, jangan buat pimpinan kerja merasa jengkel atas tingkah yang selalu membuatnya nenjadi ilfil. Mestinya mampu berbuat baik kepada sesama rekan kerja dan atasan. Misalnya selalu tersenyum (tidak dianjurkan melakukan ini saat sendiri), sering menyapa, yang paling penting memegang disiplin ilmu yang tinggi.

Walaupun begitu, bukankah berbuat baik kepada sesama manusia, hewan, dan tumbuhan (makhluk halus tidak termasuk) merupakan anjuran dalam kitab suci AL-Qur'an?

6. Jangan lupa berdoa

Kenapa berdoa diulang lagi? Karena doa sangatlah penting untuk keselamatan entah itu dalam bekerja, berkendara, dan sejenisnya. Maka dari itu peranan doa dalam hal ini sangatlah penting terlepas dari siapa doa itu diucapkan. Intinya doa itu untuk diri sendiri.

Walaupun tips-tips di atas dilaksanakan dengan baik (siapa tahu melakukan semuanya), tidak juga dapat dipastikan lepas dari risiko dalam bekerja tersebut. Sudah suratan takdir jika terjadi bencana yang menimpa badan diri. Bagian terpentingnya jangan lupa berdoa untuk meminta pertolongan serta keselamatan dalam melakukan apapun (akhirnya doa menjadi hal terpenting dari segalanya).

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "MENGHINDARI RISIKO KECELAKAAN DALAM BEKERJA DENGAN 5 (EH 6 AJA DEH) TIPS JITU"

Post a Comment